Minggu, 07 Desember 2008

Puisi 2

HIDUP
Mengais sampah di rumah saudagar kaya
Mengais sampah sama dengan sesuap nasi
Tetesan keringat ditubuhku
Demi untuk tetap hidup

Mobil-mobil mewah berlalu lalang
Melewati tanpa permisi
Memandang dengan sebelah mata
Hanya usiran yang dilontarkan

Aku tidak mau terlahir seperti ini
Apa dayaku untuk mencegah
Aku seorang bocah yang ingin bermain
Aku ingin meraih cita-citaku

Mungkin hanya keinginan yang sederhana bagimu
Tapi begitu berharga bagiku
Inikah kerasnya hidup?

Karya : Farissa Saisarah Munir

3 komentar:

Just for Labsky! mengatakan...

Keren!!!!!!!!

Just for Labsky! mengatakan...

bAGUS bANGET! hEBAT!!! lO RAJIN AMET SIH!!! HOHHOHHOH

The ZHORVANS mengatakan...

Salam kenal dari Faryssa Syifa Zhorvani,,,,,